Posted in Event Duel, Fiction, Horror - Genre, Second - Winner, Wattpad - Story

Pojok Ruangan [Horror]

Semilir angin dingin terasa di dalam sebuah kelas yang sunyi membuat merinding bagi siapa saja yang merasakannya. Namun, siapa sangka hawa dingin itu menyimpan sebuah misteri. Misteri yang sudah menjadi rahasia umum di sekolah itu. 

“Kami akan menunggu kalian!” terdengar suara lirihan dari dalam kelas itu. 

* * *

Sinar mentari datang menyambangi bumi dan menyinari sebuah bangunan sekolah yang sering di kenal dengan nama Accross School. Terlihat seorang anak perempuan melewati pintu gerbang dengan cardigan hitamnya. Entah mengapa dari semua anak yang melewati gerbang bersamaan denganya, tak ada seorang pun yang menyapanya. Mungkin, karena ia sudah terbiasa jadi, ia tak ambil pusing dengan sikap teman-teman padanya. 

Ia tiba di depan ruang kelasnya. Kelas X-3. Keadaan kelasnya kosong dan tenang, namun mencekam. Apalagi saat ia tak sengaja memandangi salah satu pojok ruangan dikelasnya yang konon, katanya bagi siapa yang memasuki kelas  dan mendekati pojok ruangan itu berjumlah genap, maka mereka bisa membuka sebuah misteri. Misteri sebuah pintu waktu. Karena hal itu, ia mengurungkan niatnya untuk memasuki kelasnya. Pasti kalian bertanya-tanya bukankah dia sendirian? Sendirian itu bukanlah angka genap. Dan  bukannya ia takut, tapi ia juga mengetahui sebuah rahasia lagi tentang mitos itu yang membuat dirinya harus menunggu para sahabatnya yang akan datang beberapa menit setelah ia datang. Ia memutuskan untuk duduk di salah satu kursi panjang di depan kelasnya. 

“Hai, Kinan,” sapa Edel, Orlan, Rayhan, dan Alfy bersamaan.

“Hai, juga,” balas Kinan yang mempunyai nama lengkap Kinanthi Angelica. Mereka lalu duduk di sebelah Kinan. 

“Masuk kelas yuk!” ajak Edel dan disetujui oleh mereka semua. Namun, tiba-tiba Edel berhenti di depan pintu sambil membentangkan tangan nya yang menyebabkan insiden tabrakan beruntun di belakangnya. 

“Ish, Del. Lo ngapain sih. Berhenti tiba-tiba!” kesal Kinan sambil mengusap keningnya karena menabrak punggung keras milik Rayhan. 

Edel, lalu berbalik sambil nyengir kuda. “Gue cuman mau mastiin. Kita ganjil atau engga,” ujarnya.

“Iya,” jawab mereka kompak. 

Okay, let’s go guys.” 

Mereka memasuki kelas dan disambut oleh hawa dingin yang bisa dirasakan oleh mereka semua terutama, Kinanthi Angelica. Dari mereka berlima hanya Kinan yang sangat peka merasakan energi gaib. 

“Tunggu deh, guys. Gue ngerasa ada hawa negatif kuat disekitar sini,” ucapnya sambil memperhatikan ke sekelilingnya.

“Kinanthi Angelica, di kelas kita kan ada mitos “Pojokan Kelas” wajarlah lo ngerasain itu,” ujar Edel. 

“Tapi, ini beda, Del. Gue ngerasa ada yang aneh sama kedatangan kita barusan. Seperti… ada yang menyambut kita.” 

“Apa!!” kaget mereka. Lalu seseorang datang. Orang itu melihat sekilas ke arah Alfy yang juga sedang menatapnya. Orang itu lalu membuang mukanya dan duduk di kursinya. 

“Iya… gue yakin. Gue gak salah.” 

“Udahlah semoga gak ada apa-apa. Siapa tau dia nyambut semua anak-anak kelas ini yang mau masuk.  Kita gak ada yang tahu, kan? Bentar lagi bel masuk. Kelas juga rame,” terang Rayhan mencoba postive thingking

Tak lama murid-murid berdatangan. Setelah itu seorang guru memasuki kelas. Pelajaran pun dimulai dengan tertib. 

Selama setengah jam acara KBM itu berlanggsung. Alfy tetap meperhatikan seorang cewek yang pendiam di kelasnya. Jarang berbicara dan tak mempunyai teman. Cewek itu memiliki banyak misteri yang membuat Alfy penasaran. Kegiatan Alfy teralihkan oleh seorang laki-laki bertubuh tegap dan tinggi memasuki kelas mereka. 

“Assalamualaikum anak-anak dan Bu Isma. Maaf bapak menganggu kegiatan belajar kalian. Bapak disini hadir untuk menginformasikan bahwa ada kegiatan Persami untuk anak kelas 10 dan 11 yang akan diadakan hari jumat minggu ini. Di mohon partisipasinya. Terimakasih.” jelas laki-laki paruh baya itu yang mereka ketahui adalah Kepala Sekolah mereka. Setelah berterimakasih pada murid di kelas. Pak KepSek keluar dari kelas. 

Terdengar bisik-bisik membicarakan kegiatan Persami yang akan di laksanakan pada hari Jumat. Terutama Kinan dan kawan-kawannya. 

Bisik-bisik ria pun dihentikan dengan suara penggaris yang yang menghantam meja dengan kerasnya. Kelas pun menjadi hening. 

* * *
“Kita ikut persami, kan?” tanya Edel. Mereka sekarang berada di rumah Edel untuk membicarakan Persami dan sekalian kumpul seperti biasa. 

“Yup,” jawab Orlan singkat.

“Rayhan, lo kenapa? Dari tadi diem aja? Lo denger gak? Kita tadi lagi ngomongin apaan?”

“Eh… emangnya kalian lagi ngomongin apa?” tanya Rayhan. 

“Lagi mikirin, apaan sih lo?”

“Lo semua tau kan? Kalau ada misteri hilangnya kak Devras dan kak Nico, anak kelas 12?” Mereka mengangguk bersamaan. 

“Gue penasaran. Kenapa mereka bisa hilang dan sampai sekarang belum ditemukan jejaknya.”

“Sama gue juga. Katanya mereka hilangnya karena gak sengaja masuk ke kelas kita. Dan mereka mendekati pojok ruangan itu.” 

“Gimana kalau besok pas kita Persami kita mecahin misterinya?”

“Gak!” protes Kinan. 

Why? Kita kan cuman mecahkan misteri aja. Emangnya lo gak penasaran tentang Misteri Pintu Waktu?”

“Iya tuh. Kayaknya seru. Siapa tau aja kita menemukan seseuatu disana. Sekalian petualangan. Kita bisa kemana-mana pastinya,” ujar Edel semangat. 

“Lo semua gak tahu, kan? Asal usul mitos itu? Kalaupun kita tau. Apakah kalian juga tahu bagaimana cara keluarnya?” 

“Menurut dokumen yang gue dapat. Cara keluarnya yaitu dengan kita masuk dulu nanti disana kita akan diberitahukan,” kata Rayhan.

“Cara keluarnya aja kita gak tau. Kalau gitu, memangnya kalian bisa jamin. Kita akan balik lagi ke dunia asal kita?” 

“Gue yakin bisa. Karena itu hanya pintu waktu.” Rayhan membuka kembali dokumen yang ada di tangannya. Tapi, sebuah kertas jatuh. Ia pun mengambil kertas itu dan membacanya. 

Misteri Pintu Waktu



Semua ini hanya ilusi. Ingat dengan baik kata-kata itu. 
Masa lalu memang sebuah masa terjauh dari kita. 
Masa depan adalah masa yang akan menghampiri kita. Bisa menjadi sangat dekat ataupun jauh. Kita tak ada yang tahu. 
Tapi, ingatlah satu hal. Semua ini hanya ilusi dan hanya orang-orang spesial yang akan mengerti maksud dari kata-kata itu. 098762′


“Apa maksudnya? Gue gak ngerti.” 

“Sama gue juga. Yaudahlah ya, intinya kita bawa surat ini dan dokumen-dokumennya. Dan kita akan tetap untuk memecahkan misteri ini.” 

Semua setuju kecuali, Kinan. 
* * *



Hari yang ditunggu-tunggu mereka pun tiba. Terkecuali, Kinan. Ia bahkan tak mau berganti hari jika hari itu. Hari yang telah ditunggu-tunggu para sahabatnya. 

Mereka berangkat ke sekolah pukul 17:00. Sebelumnya mereka sudah mempersiapkan segalanya bukan untuk kemah, melainkan untuk petualangan yang akan mereka lakukana. Termasuk, Kinan yang tak setuju. Ia juga sudah mempersiapkan semuanya. 

Sekitar 15 menit mereka sudah sampai di sekolah. Mereka mengikuti semua kegiatan Persami pada sore itu. Karena petualangan mereka akan dilaksanakan pada malam hari. 

Kegiatan itu selesai sampai  jam 10 malam. Mereka diperbolehkan beristirahat di dalam kelas yang telah dipersiapkan. Karena Perasami ini tidak menggunakan tenda seperti Persami pada umumnya. Hampir semua kelas di lantai bawah terpakai. Kecuali, kelas X-3. Kelas satu-satunya yang tak terpakai atau bahkan tak diperbolehkan untuk di pakai pada malam hari. 

Sekitar jam 11.30 semua orang sudah tertidur dan saatnya Rayhan dkk menjalankan petualangan mereka yang sudah dipersiapkan matang-matang. 

Kinan dan Edel keluar kelas  mengendap-endap sambil membawa tas mereka. Disaat yang bersamaan Rayhan, Alfy, dan Orlan melakukan hal yang sama seperti Kinan dan Edel. 

Mereka bertemu di koridor samping kelas X-1. 

“Udah lengkap, kan kita? Gak ada yang kurang?” tanya Orlan sambil memperhatikan keselilingnya dengan pandangan ngeri.

“Udah,” jawab Rayhan santai. Edel tiba-tiba menjitak Rayhan. Ringisan pun terdengar dari mulut Rayhan.

“Belum, menurut mitos itu. Kita harus genap. Tapi kita sekarangan kita ganjil.” 

“Astaga… kenapa kita bisa lupa tentang ganjil genap.” Mereka yang sedang sibuk-sibuknya memikirkan siapa yang akan menjadi orang ke enam. Mata Alfy tak sengaja melihat sesosok manusia yang sedang berjalan. Dengan cepat ia mengenali sosok itu. Ia pun mengejar sosok tersebut. Di ikuti oleh Kinan dan yang lainnya.

“Adlina, lo mau ikut kita engga?” kata Alfy to the point setelah memegang tangan Adlina.

“Untuk apa aku ikut bersama kalian?” tanyanya dengan wajah tanpa ekspresi. Mereka semua lalu menjelaskan pada Adlina dan terus meyakinkan Adlina. Sekitar setengah jam mereka bisa meyakinkan Adlina. Jadilah orang keenam adalah Adlina. 

“Karena semua udah lengkap. Ayo deh kita langgsung kesana. Bentar lagi udah jam 12,” ujar Rayhan. Mereka semua berjalan di iringi dengan pembicaraan santai. Kecuali Alfy, Kinan, dan Adlina. 

Tak lama mereka sampai di depan kelas. Jantung mereka tiba-tiba berdegub kencang. 

“Okay kita buka pintunya bareng-bareng dan kita langgsung masuk. Satu… dua… go.” Mereka membuka pintu kemudian masuk ke kelas. Hawa dingin menyambut kedatangan mereka. Walaupun mereka sudah memakai jaket. Namun, tetap saja. Karena itu bukan hawa dingin biasa. Mata mereka langgsung  tertuju pada pojok ruangan. Perlahan tapi pasti mereka mendekati pojok ruangan tersebut. Sampai akhirnya mereka sampai tepat di depan. Tak mau membuang-buang waktu. Mereka segera menyentuh tembok secara bersamaan. Tiba-tiba sebuah pintu muncul dan terbuka. Kinan dan Rayhan masuk terlebih dahulu, lalu Edel dan Orlan, terakhir Alfy dan Adlina. Setelah mereka masuk pintu pun tertutup. 

“Akhirnya kalian datang. Hahaha… silahkan berpetualangan di dunia ilusi. Karena ‘Semua ini hanyalah ilusi’ Masa lalu adalah masa terjauh kita dan kita tak mungkin untuk kembali lagi…,” suara lirihan itu terdengar lagi.

* * *


– Febriana –

Author:

Executive Club adalah sebuah grup kepenulisan yang lahir dari Wattpad dan berbasis LINE.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s